EAT THAT SH*T

"ANJING,GOBLOG,NGENTOT!"Kenikmatan memaki,yeah…laksana ejakulasi yang tertahan akibat impotensi seporadis yang di sebabkan raja singa. Memaki?kenapa tidak,berhala abadi yang selalu disembah mahluk buas yang kini berlabel manusia. Ada yang salah? Tidak!mungkin lingkup puritanisme yang menolak keberadaannya, haha..bahkan mungkin Tuhan pun memaki.
Suatu hari, di gubug tempat saya membuang rasa penat, mengisi sisi lain dari gerak laju kehidupan, seorang anak lelaki, yang notabene adalah sepupu,"anak" lelaki,saya garis bawahi sekali lagi "anak",ini point of view nya.
Berawal dari romantisme masa remaja, kefanaan akan dunia baru, keterpanaan akan kemapanan manusia lain yang lazim di sebut teman, sebuah teriakan keras memekakkan telinga "ANJING SIAH",ah,anak sialan itu memaki…tapi…makian itu ditujukan pada ibunya,ibu…sesosok manusia yang sangat saya hormati,manusia bervagina yang dengan erangan,serta dengan pertaruhan hidup dan mati untuk mempersilahkan saya menghirup napas didunia ini,ibu…sosok yang sangat saya sayangi.
Aliran darah yang mengalir ke otak semakin kencang,napas yang biasa teratur dengan konstan kini mulai mengacak,terpancing rasanya untuk balik memaki,tapi…makian yang sia-sia, kenapa tak langsung saja layangkan kepalan pikir saya.Tidak!Bukan otoritas saya mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Sial, saya tidak bisa berbuat apapun, anak durhaka, ya…tak jauh dengan saya, selalu membangkang, selalu beradu argumen dengan orang tua, tapi saya tak pernah memaki mereka secara frontal, ketika face to face, hanya makian dalam hati, apa bedanya? Lalu kenapa saya harus marah? Apakah tepat saya marah? Haha,naive! Tukang memaki, merasa miris dengan makian…Terbersit sesaat dalam pikiran saya, mungkinkah saya harus berhenti memaki? Ah, mustahil, kenikmatan itu tak bisa dihilangkan, bahkan ketika dalam suasana riang, mulut ini tak bisa dikontrol untuk tidak memaki, mungkin pernah juga dalam doa pun terselip sedikit makian.
Makian,kenapa harus pusing dengan  itu? Bukankah lebih baik memaki daripada memuji dengan kata-kata palsu,yang sebenarnya hanya kamuflase, hehe…f*king maggots!!! Memang makian, mencerminkan watak seeseorang, mencerminkan tingkat strata, mencerminkan tingkat emosi, dan cerminan negatif lain dari diri seseorang, lalu, kenapa saya harus berhenti memaki, padahal hati kecil saya menuntut untuk tidak bersikap pura-pura, bersikap layaknya benda mati, hanya diam, tak bisa memaki!
Lalu kembali ke anak sialan tadi, "heh anjing, maki sana ibumu,maki semua orang!"
Persetan dengan behav, persetan dengan manner, lakukan apa yang kamu suka, cuma….jangan maki ibu kamu di depan saya…NGENTTTTTOOOOTTT…!!!

2 Responses to “EAT THAT SH*T”

  1. Mantra Says:

    aslakan jangan simpan kemarahanmu didalam benda berharga dibawahmu..
    semoga engkau diingatkan oleh skrotum-mu yang suatu saat bisa mebesar dan mengeras…

  2. Anthony de nize Says:

    maki? apa sih itu maki?
    apa bedanya dengan kata2 yg lain… semuanya adalah susunan huruf yang disepakati oleh kumpulan manusia untuk diberi suatu makna saja! tidak lebih!
    so, tidak ada alasan untuk tidak memaki

Leave a Reply