Archive for January, 2007

DESECRATION

Friday, January 19th, 2007

Through the years, I’ve lost myself.

Through the years, I’ve grown scared.
In my soul i know what is gone and what remains.
Fearing that time will break me, I doubt I’m strong enough.
As my life slips through my hands, I feel my heart grows cold.
What can you do when your fate unfolds before you?
I lost my fucking faith, now i want it back.
I swear that one day I’ll be myself again.
Now I see how this life was meant to be,
what I am, what I’ve become, is all that I have left.

EAT THAT SH*T

Friday, January 5th, 2007

"ANJING,GOBLOG,NGENTOT!"Kenikmatan memaki,yeah…laksana ejakulasi yang tertahan akibat impotensi seporadis yang di sebabkan raja singa. Memaki?kenapa tidak,berhala abadi yang selalu disembah mahluk buas yang kini berlabel manusia. Ada yang salah? Tidak!mungkin lingkup puritanisme yang menolak keberadaannya, haha..bahkan mungkin Tuhan pun memaki.
Suatu hari, di gubug tempat saya membuang rasa penat, mengisi sisi lain dari gerak laju kehidupan, seorang anak lelaki, yang notabene adalah sepupu,"anak" lelaki,saya garis bawahi sekali lagi "anak",ini point of view nya.
Berawal dari romantisme masa remaja, kefanaan akan dunia baru, keterpanaan akan kemapanan manusia lain yang lazim di sebut teman, sebuah teriakan keras memekakkan telinga "ANJING SIAH",ah,anak sialan itu memaki…tapi…makian itu ditujukan pada ibunya,ibu…sesosok manusia yang sangat saya hormati,manusia bervagina yang dengan erangan,serta dengan pertaruhan hidup dan mati untuk mempersilahkan saya menghirup napas didunia ini,ibu…sosok yang sangat saya sayangi.
Aliran darah yang mengalir ke otak semakin kencang,napas yang biasa teratur dengan konstan kini mulai mengacak,terpancing rasanya untuk balik memaki,tapi…makian yang sia-sia, kenapa tak langsung saja layangkan kepalan pikir saya.Tidak!Bukan otoritas saya mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Sial, saya tidak bisa berbuat apapun, anak durhaka, ya…tak jauh dengan saya, selalu membangkang, selalu beradu argumen dengan orang tua, tapi saya tak pernah memaki mereka secara frontal, ketika face to face, hanya makian dalam hati, apa bedanya? Lalu kenapa saya harus marah? Apakah tepat saya marah? Haha,naive! Tukang memaki, merasa miris dengan makian…Terbersit sesaat dalam pikiran saya, mungkinkah saya harus berhenti memaki? Ah, mustahil, kenikmatan itu tak bisa dihilangkan, bahkan ketika dalam suasana riang, mulut ini tak bisa dikontrol untuk tidak memaki, mungkin pernah juga dalam doa pun terselip sedikit makian.
Makian,kenapa harus pusing dengan  itu? Bukankah lebih baik memaki daripada memuji dengan kata-kata palsu,yang sebenarnya hanya kamuflase, hehe…f*king maggots!!! Memang makian, mencerminkan watak seeseorang, mencerminkan tingkat strata, mencerminkan tingkat emosi, dan cerminan negatif lain dari diri seseorang, lalu, kenapa saya harus berhenti memaki, padahal hati kecil saya menuntut untuk tidak bersikap pura-pura, bersikap layaknya benda mati, hanya diam, tak bisa memaki!
Lalu kembali ke anak sialan tadi, "heh anjing, maki sana ibumu,maki semua orang!"
Persetan dengan behav, persetan dengan manner, lakukan apa yang kamu suka, cuma….jangan maki ibu kamu di depan saya…NGENTTTTTOOOOTTT…!!!

I’M THE BIGGEST FANS OF MY SELF

Monday, January 1st, 2007

I’m the ghost in the machine
I’m the genius in the gene
I’m the beauty in the beast
I’m the sunset in the east
I’m the ruby in the dust
I’m the trust in the mistrust
I’m the Trojan horse in Troy
 


I’m faboulous, I’m glorious,I’m unbeaten….

I’M THE BIGGEST FANS OF MY SELF !!!

Image09